10 Jus Penurun Darah Tinggi saat Hamil yang Aman Dikonsumsi

Jus Penurun Darah Tinggi saat Hamil

Beberapa jus penurun darah tinggi saat hamil yang bisa dikonsumsi dengan aman adalah jus buah ceri, jus akar bit, hingga jus delima. Penting bagi ibu hamil untuk menjaga kestabilan tekanan darah agar terhindar dari preeklampsia.

Preeklampsia atau masalah tekanan darah tinggi (hipertensi) saat hamil merupakan kondisi serius yang bisa berdampak fatal. Salah satu cara efektif untuk mengatasi preeklampsia adalah persalinan. Namun, kondisi ini sulit dilakukan jika janin belum cukup matang.

Di samping itu, Anda bisa minum jus penurun darah tinggi saat hamil untuk membantu meredakan gejala preeklampsia.

Rekomendasi Jus Penurun Darah Tinggi Saat Hamil

Rekomendasi Jus Penurun Darah Tinggi saat Hamil

Berikut adalah beberapa jus penurun darah tinggi saat hamil yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengontrol atau mengendalikan gejala preeklampsia.

1. Jus ceri

Segelas jus ceri berwarna merah tua yang segar. Jus ceri merupakan salah satu minuman yang bermanfaat untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi selama masa kehamilan.

Buah ceri dapat diolah menjadi jus penurun darah tinggi saat hamil karena kandungan alami melatonin di dalamnya.

Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Human Hypertension pada tahun 2016 menunjukkan adanya keterkaitan antara kadar melatonin rendah dalam tubuh dengan tekanan darah tinggi saat hamil.

Buah yang sering dipakai sebagai penghias kue tart ini merupakan salah satu buah dengan melatonin alami tertinggi sehingga dapat bermanfaat untuk meredakan gejala preeklampsia.

Kandungan Gizi Jus Ceri
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 130 kcal
Karbohidrat ~ 32 g
Gula (alami dari buah) ~ 28 g
Kalium (Potassium) ~ 330 mg
Antioksidan (Antosianin) Tinggi
Vitamin C ~ 12 mg (15% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus ceri murni tanpa tambahan gula.
Nilai dapat bervariasi.

2. Jus bit

Segelas jus bit berwarna ungu kemerahan yang pekat. Jus bit kaya akan nitrat alami yang efektif untuk menurunkan tekanan darah pada ibu hamil.

Buah bit memiliki banyak manfaat sebagai jus penurun darah tinggi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum jus buah bit dapat menurunkan tekanan darah sangat cepat dan baik untuk kesehatan jantung.

Bit merupakan sumber alami kalsium sekaligus bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar natrium dan kalium pada darah.

Di samping itu, bit juga kaya akan vitamin A dan zat besi yang bermanfaat bagi ibu hamil.

Kandungan Gizi Jus Bit
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 100 kcal
Karbohidrat ~ 23 g
Gula (alami dari buah) ~ 21 g
Nitrat Anorganik Sangat Tinggi (~250 mg)
Kalium (Potassium) ~ 300 mg
Folat (Vitamin B9) ~ 150 mcg (38% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus bit murni tanpa tambahan gula.
Nilai dapat bervariasi.

3. Jus Delima

Segelas jus delima berwarna merah cerah dengan beberapa biji delima di sampingnya. Jus ini kaya antioksidan untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan darah tinggi saat hamil.

Buah delima telah terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Buah ini memiliki kandungan antioksidan tinggi berupa senyawa polifenol yang sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil.

Buah delima juga dapat diolah menjadi jus penurun darah tinggi saat hamil.

Selain membantu menurunkan tekanan diastolik, jus delima mampu menurunkan kadar cedera karena stres oksidatif pada plasenta wanita hamil dengan preeklampsia.

Tidak hanya itu, minuman penurun darah tinggi ini dapat menjadi pilihan untuk mencegah sembelit yang sering terjadi pada masa kehamilan.

Kandungan Gizi Jus Delima
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 135 kcal
Karbohidrat ~ 33 g
Gula (alami dari buah) ~ 32 g
Kalium (Potassium) ~ 530 mg
Antioksidan (Punicalagins) Sangat Tinggi
Vitamin K ~ 25 mcg (21% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus delima murni tanpa tambahan gula.
Nilai dapat bervariasi.

4. Jus Lemon

Segelas air lemon segar dengan irisan buah lemon di sampingnya. Minuman ini dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah untuk kontrol tekanan darah yang lebih baik selama kehamilan.

Jus lemon adalah salah satu jus penurun darah tinggi saat hamil terbaik yang kaya antioksidan. Jus ini juga bermanfaat dalam mencegah gangguan pencernaan dan konstipasi saat hamil.

Kandungan Gizi Air Lemon
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas Air + Perasan 1 Lemon)
Kalori ~ 10-15 kcal
Karbohidrat ~ 3-4 g
Vitamin C ~ 20-30 mg (30-40% dari Kebutuhan Harian)
Flavonoid (Antioksidan) Tinggi
Kalium (Potassium) ~ 50 mg
*Estimasi untuk air perasan dari 1 buah lemon segar tanpa tambahan gula.

5. Jus Jambu Merah

Jus jambu biji merah dalam gelas bening, terlihat kental dan menyegarkan. Kandungan kalium dalam jus jambu merah baik untuk menstabilkan tekanan darah ibu hamil.

Jus jambu merah kaya akan vitamin C yang diperlukan ibu hamil.

Di samping manfaatnya sebagai jus penurun darah tinggi saat hamil, jus jambu merah dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mencegah anemia, dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Kandungan Gizi Jus Jambu Merah
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 110 kcal
Karbohidrat ~ 25 g
Serat ~ 7 g
Kalium (Potassium) ~ 680 mg
Vitamin C ~ 370 mg (lebih dari 400% dari Kebutuhan Harian)
Antioksidan (Likopen) Tinggi
*Estimasi untuk jus jambu merah murni tanpa tambahan gula.
Nilai dapat bervariasi.

6. Jus Buah Beri

Segelas jus buah beri yang berwarna ungu. Jus beri mengandung flavonoid yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan membantu menurunkan hipertensi saat hamil.

Buah beri adalah salah satu buah yang terkenal tinggi antioksidan.

Selain itu, penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature menyebutkan bahwa konsumsi buah beri dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan kolesterol LDL (jahat).

Namun, khasiatnya sebagai jus yang bagus untuk ibu hamil dalam menurunkan darah tinggi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kandungan Gizi Jus Buah Beri
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 120 kcal
Karbohidrat ~ 28 g
Gula (alami dari buah) ~ 25 g
Antioksidan (Antosianin) Sangat Tinggi
Kalium (Potassium) ~ 220 mg
Vitamin C ~ 40 mg (50% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus campuran buah beri murni tanpa tambahan gula.

7. Jus Tomat

Jus tomat segar berwarna merah cerah disajikan dalam gelas. Jus tomat adalah sumber likopen dan kalium yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.

Tomat dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat, salah satunya meningkatkan kesehatan jantung.

Penelitian menyebutkan rutin minum jus tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kolesterol LDL, termasuk pada ibu hamil.

Untuk mendapatkan manfaat tomat untuk ibu hamil ini, pilihlah jus tomat murni tanpa campuran bahan lainnya sehingga Anda terhindar dari natrium yang tidak diperlukan selama masa kehamilan.

Kandungan Gizi Jus Tomat
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 41 kcal
Karbohidrat ~ 9 g
Kalium (Potassium) ~ 550 mg
Antioksidan (Likopen) Sangat Tinggi
Vitamin C ~ 45 mg (60% dari Kebutuhan Harian)
Natrium (Garam) ~ 20 mg (untuk versi rendah garam)
*PENTING: Estimasi untuk jus tomat murni rendah garam/tanpa tambahan garam.

8. Jus Sayuran Berdaun Hijau

Segelas jus bayam berwarna hijau pekat, contoh jus sayuran sehat untuk ibu hamil. Jus ini efektif menurunkan tekanan darah berkat kandungan nitrat dan kaliumnya.

Tidak hanya buah, ada sayuran yang bisa dijadikan jus dan baik untuk dikonsumsi penderita hipertensi.

Salah satu sayuran penurun darah tinggi untuk ibu hamil yang lezat dan bernutrisi tinggi adalah sayuran berdaun hijau.

Baca Juga: 15 Makanan Sehat Untuk Jantung yang Bisa Kamu Konsumsi

Jenis sayuran ini mengandung nitrat yang membantu mengontrol tekanan darah.

Sebuah riset dalam European Journal of Epidemiology bahkan menyebutkan bahwa konsumsi setidaknya 1 cangkir sayuran berdaun hijau per hari dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Berikut adalah beberapa contoh sayuran berdaun hijau yang dapat Anda jadikan jus:

  • Bayam
  • Kale
  • Kubis
  • Collard green.
Kandungan Gizi Jus Sayuran Hijau
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 35 kcal
Karbohidrat ~ 6 g
Nitrat Anorganik Sangat Tinggi
Kalium (Potassium) ~ 350 mg
Magnesium ~ 70 mg (sekitar 20% dari Kebutuhan Harian)
Vitamin K Sangat Tinggi (lebih dari 100% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus dari campuran sayuran hijau (bayam, kale) tanpa tambahan gula atau garam.

9. Jus Pisang

Segelas jus pisang yang kental dan berwarna krem. Pisang sangat kaya akan kalium, mineral penting untuk mengelola dan menurunkan tekanan darah tinggi saat hamil.

Ada pula khasiat pisang sebagai buah penurun darah tinggi untuk ibu hamil.

Buah berwarna kuning ini dipenuhi dengan kalium, yaitu mineral yang membantu mengontrol hipertensi.

Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 422 miligram (mg) kalium.

Berdasarkan The American Heart Association (AHA), kalium dapat mengurangi efek natrium dan meredakan ketegangan pada dinding-dinding pembuluh darah.

Kandungan Gizi Jus Pisang
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 120 kcal
Karbohidrat ~ 28 g
Serat ~ 3 g
Gula (alami dari buah) ~ 15 g
Kalium (Potassium) ~ 450 mg
Magnesium ~ 35 mg (sekitar 10% dari Kebutuhan Harian)
Vitamin B6 ~ 0.4 mg (25% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk smoothie dari 1 buah pisang ukuran sedang dicampur air, tanpa tambahan gula.

10. Jus Mentimun

Jus mentimun yang menyegarkan berwarna hijau muda di dalam gelas dengan irisan mentimun di sampingnya. Jus ini baik untuk membantu menurunkan hipertensi pada ibu hamil karena sifat diuretik alaminya.

Mentimun bisa menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil, lho. Sebab, mentimun adalah sumber kalium yang baik.

Dengan minum jus mentimun, ibu hamil diharapkan bisa mendapatkan lebih banyak kalium sehingga tekanan darah tinggi bisa diturunkan.

Kandungan Gizi Jus Mentimun
Nutrisi Jumlah per 1 Gelas
Kalori ~ 18 kcal
Karbohidrat ~ 4 g
Gula (alami dari buah) ~ 2 g
Kalium (Potassium) ~ 190 mg
Magnesium ~ 15 mg
Vitamin K ~ 19 mcg (16% dari Kebutuhan Harian)
*Estimasi untuk jus mentimun murni tanpa tambahan gula atau garam.

Catatan DokterQ

Itulah tadi beberapa daftar jus penurun darah tinggi yang aman untuk bunda konsumsi saat masa kehamilan.

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, kontrol kondisi kehamilan Anda ke dokter secara teratur dan ikuti saran yang mereka berikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *