Rumput fatimah untuk ibu hamil dikenal sebagai salah satu bahan tradisional yang bisa membantu melancarkan proses persalinan.
Suplemen rumput fatimah banyak dijual sebagai salah satu cara melancarkan persalinan karena mampu memicu kontraksi. Padahal, efek samping itu juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur pada ibu hamil.
Tak hanya untuk kehamilan, terkadang rumput ini juga digunakan untuk meningkatkan gairah seksual hingga meredakan gejala menopause.
Baca Juga: 12 Manfaat Tomat untuk Ibu Hamil yang Menyehatkan
Oleh sebab itu, banyak yang menjual rumput ini secara bebas dalam bentuk kapsul, teh, kopi, bahkan minuman kaleng. Namun, tanaman ini juga disebut-sebut dapat meningkatkan risiko keguguran.
Rumput Fatimah untuk Ibu Hamil
Rumput fatimah adalah salah satu bahan tradisional yang dikenal mampu melancarkan persalinan.
Di Malaysia, rumput ini termasuk satu dari lima tanaman herbal yang paling banyak digunakan, termasuk dikonsumsi oleh ibu hamil jelang persalinan untuk melancarkan prosesnya.
Fungsi rumput ini pada ibu hamil adalah memicu atau mempercepat kontraksi rahim, karena mengandung hormon oksitosin. Inilah mengapa rumput tersebut diyakini bisa mempercepat persalinan.
Padahal, hingga kini belum ada studi ilmiah yang membenarkan bahwa rumput fatimah dapat melancarkan proses melahirkan.
Baca Juga: 10 Jus Penurun Darah Tinggi saat Hamil yang Aman Dikonsumsi
Bahkan, kadar oksitosin pada rumput disebut tidak teratur dan bisa berlebihan. Mengonsumsi rumput ini di awal kehamilan dapat merangsang kontraksi yang cepat dan berlebihan, tanpa diikuti dengan adanya pelunakan dan pembukaan pada serviks atau mulut rahim.
Bahaya Rumput Fatimah bagi Ibu Hamil
Meski memiliki segudang manfaat, namun rumput fatimah untuk ibu hamil juga bisa menimbulkan risiko bahaya.
Sebelum mengonsumsinya, ada beberapa efek samping rumput fatimah yang perlu Anda ketahui, yakni:
1. Kontraksi Rahim
Mengonsumsi rumput fatimah memang dapat menyebabkan rahim berkontraksi. Namun, kontraksi yang terjadi tidak teratur dan tidak dapat diperkirakan.
Pada kehamilan risiko tinggi, bisa jadi hal ini memicu terjadinya persalinan mendadak sebelum waktunya.
Itulah sebabnya konsumsi rumput fatimah tidak disarankan terutama jika usia kehamilan belum menginjak 38-39 minggu.
2. Reaksi dengan Obat Lain
Selain memicu kontraksi uterus, ada kemungkinan rumput fatimah bereaksi negatif dengan obat atau suplemen ibu hamil lain yang dikonsumsi.
Hingga kini, penelitian belum merilis apa saja kandungan suplemen yang bertentangan dengan kandungan rumput fatimah, sehingga sebaiknya dihindari.
3. Perdarahan
Reaksi ketika mengonsumsi rumput fatimah bagi setiap ibu hamil tentu berbeda. Bahkan, bisa saja kadar senyawa kimia dalam rumput fatimah menyebabkan perdarahan dan menghambat aliran oksigen ke janin.
4. Kandungan Tidak Jelas
Selain beberapa efek samping di atas, rumput fatimah juga tidak direkomendasikan karena tidak jelas apa saja kandungan aktif di dalamnya.
Baik bagian akar, batang, maupun daun, tidak diketahui apa dan berapa banyak kandungan aktif. Hal ini berbeda dengan obat seperti induksi yang dosisnya bisa diukur dengan jelas.
5. pecah rahim
Efek menyebabkan kontraksi akibat mengonsumsi rumput ini bisa membuat rahim bekerja secara maksimal.
Akibatnya, kondisi rahim akan kelelahan dan memungkinkan rahim pecah serta robek di bagian dindingnya. Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena bisa mengancam jiwa ibu dan janin.
Melihat berbagai macam efek samping di atas, sebaiknya Anda menghindari konsumsi rumput fatimah sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Selain kelahiran prematur, rumput fatimah juga bisa menyebabkan keguguran jika dikonsumsi saat usia kehamilan masih dini.
Pastikan Anda mengonsumsi obat herbal apabila dokter kandungan Anda telah menyetujuinya.
Manfaat Rumput Fatimah untuk Kesehatan
Meski memiliki sederet risiko, rumput ini masih memiliki sejumlah manfaat. Beberapa manfaat rumput fatimah yang bisa Anda petik jika dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan, antara lain:
1. Menangkal Radikal Bebas
Menurut penelitian, kandungan antioksidan yang ditemukan di dalam rumput fatimah seperti, flavonoid, asam askorbat, beta-karoten, anthocyanin, dan senyawa fenolik baik untuk kesehatan.
Betakaroten dalam rumput fatimah terbukti mampu menghambat efek radikal bebas di dalam tubuh, serta flavonoid mampu mencegah terjadinya penyakit kronis seperti osteoporosis, rematik, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan stres oksidatif.
2. Mengurangi Risiko Osteoporosis pada Wanita Menopause
Wanita menopause sering kali mengalami masalah kepadatan tulang. Sebuah penelitian menyebut bahwa ekstrak dari air rendaman rumput fatimah menunjukkan potensi sebagai obat untuk penyakit osteoporosis, rematik, dan masalah fungsi seksual yang dialami oleh wanita.
Rumput fatimah mengandung zat fitoestrogen alami yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi estrogen untuk mengatasi masalah osteoporosis yang disebabkan oleh menopause pada wanita.
Ekstrak jamu rumput fatimah dilaporkan lebih aman daripada terapi estrogen untuk mengatasi menopause, karena tidak ditemukan risiko efek samping yang berarti.
Namun, ekstrak ini hanya bisa digunakan dalam dosis yang rendah dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Pesan dari DokterQ
Hingga saat ini, belum banyak penelitian yang meneliti kandungan rumput fatimah. Hal ini berisiko menyebabkan seseorang mengonsumsi herbal ini tanpa takaran yang jelas.
Sebaiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen herbal ini. Terutama, jika Anda tengah hamil, sebaiknya hindari konsumsi rumput fatimah karena beberapa efek sampingnya berpotensi membahayakan janin.
Pastikan Anda berkonsultasi kepada dokter kandungan sebelum mengonsumsinya. Selama tidak ada keluhan apapun pada kehamilan, sebaiknya Anda menunggu bayi terlahir secara alami.
Apabila hingga usia kehamilan 42 minggu bayi belum juga lahir, induksi alami yang disetujui dokter ataupun induksi medis adalah pilihan yang lebih baik ketimbang mengonsumsi rumput fatimah
Selain itu, untuk mempercepat waktu persalinan, Anda juga bisa rutin berjalan kaki setidaknya 15-30 menit setiap hari, aktif bergerak, hingga melakukan olahraga untuk ibu hamil.
Ingatlah bahwa saat hamil, apa yang Anda konsumsi akan berdampak pada janin.
Tinggalkan Balasan