Ketika kamu sedang hamil, tubuh mengalami banyak perubahan yang kadang tidak disadari. Salah satu keluhan yang sering muncul namun jarang dibicarakan adalah telinga berdengung atau yang dalam istilah medis disebut tinnitus. Bunyi dengungan ini bisa terdengar seperti desisan, siulan, atau bahkan gemuruh halus yang datang dan pergi. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat kamu merasa tidak nyaman, sulit tidur, dan terganggu dalam beraktivitas.
Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap penyebab serta cara mengatasi telinga berdengung saat hamil trimester 1 hingga 3 secara alami dan aman untuk kamu dan janin.
Mengapa Telinga Bisa Berdengung Saat Hamil?
Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan berperan besar terhadap munculnya berbagai keluhan pada tubuh. Saat kamu memasuki trimester pertama, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat signifikan. Peningkatan hormon ini dapat memengaruhi sirkulasi darah, tekanan pada pembuluh, dan cairan di dalam telinga bagian dalam. Akibatnya, telinga bisa terasa penuh, muncul sensasi berdengung, atau bahkan sedikit nyeri.
Selain perubahan hormon, ada beberapa penyebab umum lainnya yang membuat telinga berdengung selama masa kehamilan, di antaranya:
- Tekanan darah meningkat
Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika tekanan darah naik terlalu tinggi, aliran darah ke telinga bagian dalam dapat terganggu dan menimbulkan bunyi berdengung. - Penumpukan cairan dan lendir
Kondisi ini sering terjadi karena perubahan hormon yang menyebabkan pembuluh darah dan jaringan di hidung serta telinga membengkak. Hal ini membuat saluran eustachius (saluran penghubung antara telinga tengah dan tenggorokan) tersumbat dan menimbulkan sensasi berdengung. - Kurang tidur dan stres
Saat kamu stres atau kelelahan, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat memengaruhi sistem saraf dan memperburuk tinnitus. Banyak ibu hamil mengalami hal ini, terutama saat memasuki trimester ketiga. - Anemia atau kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi menyebabkan pasokan oksigen ke jaringan tubuh, termasuk telinga bagian dalam, menjadi berkurang. Kondisi ini dapat memperparah gejala telinga berdengung. - Perubahan berat badan yang cepat
Kenaikan berat badan yang signifikan dapat memengaruhi tekanan cairan tubuh, termasuk cairan di telinga bagian dalam, dan memicu tinnitus sementara.
Apakah Telinga Berdengung Saat Hamil Berbahaya
Sebagian besar kasus telinga berdengung saat hamil tidak berbahaya dan akan mereda setelah melahirkan. Namun, kamu tetap perlu memperhatikan kondisi tubuhmu secara menyeluruh. Jika dengungan disertai gejala lain seperti sakit kepala berat, penglihatan kabur, pusing hebat, atau pembengkakan pada wajah dan tangan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya preeklampsia, yaitu tekanan darah tinggi pada kehamilan yang perlu penanganan segera.
Cara Mengatasi Telinga Berdengung Saat Hamil Trimester 1–3 Secara Alami

Telinga berdengung memang bisa mengganggu, tetapi kabar baiknya kamu dapat meredakannya tanpa harus menggunakan obat-obatan. Berikut beberapa cara alami yang aman untuk membantu mengurangi gejala ini selama kehamilan.
1. Jaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Tekanan darah yang seimbang sangat penting selama kehamilan. Kamu bisa menjaga kestabilan tekanan darah dengan cara sederhana seperti:
- Mengurangi konsumsi garam berlebihan
- Menghindari makanan olahan dan tinggi natrium
- Beristirahat yang cukup
- Mengelola stres dengan relaksasi dan pernapasan dalam
Jika kamu sudah memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil, penting untuk memantau tekanan darah secara rutin.
2. Cukupi Asupan Cairan Tubuh
Dehidrasi dapat memperburuk gejala telinga berdengung. Pastikan kamu minum air putih minimal delapan gelas per hari atau lebih tergantung aktivitas dan kondisi cuaca. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar sehingga tekanan pada telinga berkurang.
3. Lakukan Peregangan Ringan dan Yoga Ibu Hamil
Gerakan ringan seperti peregangan atau yoga khusus ibu hamil bisa membantu meningkatkan aliran darah dan menurunkan ketegangan otot di area leher dan kepala. Ketegangan pada otot sekitar kepala sering kali menjadi penyebab tambahan munculnya bunyi berdengung di telinga. Kamu bisa melakukan posisi sederhana seperti pose kucing-sapi atau child pose dengan bimbingan instruktur prenatal yoga.
4. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi dan Magnesium
Asupan nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan pendengaran selama hamil. Kamu bisa mengonsumsi makanan seperti bayam, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan pisang yang kaya magnesium serta zat besi. Nutrisi tersebut membantu meningkatkan oksigenasi darah dan memperkuat fungsi saraf pendengaran.
5. Hindari Suara Bising dan Istirahatkan Telinga
Paparan suara keras bisa memperburuk dengungan. Saat kamu berada di tempat ramai atau bising, seperti pasar atau jalan raya, sebaiknya gunakan pelindung telinga. Di rumah, ciptakan suasana tenang agar telinga dan pikiran bisa beristirahat.
6. Atur Pola Tidur dengan Baik
Tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki jaringan dan menjaga keseimbangan hormon. Cobalah tidur minimal delapan jam setiap malam dan hindari begadang. Jika kamu sulit tidur karena dengungan, bisa menggunakan suara latar yang lembut seperti musik instrumental atau suara alam untuk membantu rileks.
7. Lakukan Pijat Lembut di Sekitar Leher dan Telinga
Pijat ringan di area leher dan belakang telinga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot. Kamu bisa melakukannya sendiri dengan gerakan melingkar menggunakan ujung jari selama beberapa menit setiap hari.
8. Kurangi Kafein dan Gula Berlebih
Kafein dan gula dapat memicu lonjakan tekanan darah serta memperburuk tinnitus. Sebaiknya batasi konsumsi kopi, teh berkafein, dan minuman manis selama kehamilan. Pilih air putih, susu rendah lemak, atau jus buah alami sebagai alternatif.
Perbedaan Gejala di Tiap Trimester Kehamilan
Trimester Pertama
Pada trimester awal, perubahan hormon terjadi sangat cepat. Kamu mungkin mulai merasakan bunyi dengung ringan terutama saat berbaring atau setelah bangun tidur. Biasanya kondisi ini masih bisa diatasi dengan istirahat cukup dan hidrasi yang baik.
Trimester Kedua
Memasuki trimester kedua, volume darah meningkat sehingga tekanan pada telinga bagian dalam bisa bertambah. Jika kamu mulai merasa tidak nyaman, lakukan pijat lembut dan hindari posisi tidur yang menekan salah satu sisi telinga terlalu lama.
Trimester Ketiga
Di trimester akhir, ukuran janin yang semakin besar membuat tekanan darah dan cairan tubuh lebih tinggi. Kamu mungkin akan lebih sering merasakan dengungan terutama saat malam hari. Pada tahap ini, fokuslah menjaga pola tidur dan pernapasan agar tubuh tetap rileks menjelang persalinan.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter
Meskipun cara alami dapat membantu meredakan gejala, kamu tetap harus berhati-hati. Segera hubungi dokter jika kamu mengalami:
- Dengungan yang disertai pusing berat atau vertigo
- Penglihatan ganda atau kabur
- Sakit kepala parah
- Pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah
- Penurunan pendengaran secara tiba-tiba
Tanda-tanda tersebut bisa menunjukkan masalah medis yang perlu penanganan profesional seperti gangguan tekanan darah atau infeksi telinga.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Darah Rendah Saat Haid Tanpa Obat
Kesimpulan
Telinga berdengung saat hamil merupakan hal yang cukup umum terjadi akibat perubahan hormon, tekanan darah, dan kondisi fisik yang terus berubah. Dengan menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat, dan menerapkan beberapa cara alami di atas, kamu bisa mengurangi ketidaknyamanan tanpa harus menggunakan obat. Ingat bahwa setiap tubuh ibu hamil berbeda, jadi selalu dengarkan sinyal dari tubuhmu dan jangan ragu berkonsultasi jika gejalanya mengganggu.
Mengetahui cara mengatasi telinga berdengung saat hamil sejak awal akan membantu kamu menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang dan nyaman hingga persalinan tiba.
Tinggalkan Balasan